Lailatul Diskon
Lailatul Qodar atau Lailatul Diskon?

Sepuluh hari menjelang Lebaran, banyak orang rela beritikaf di masjid hingga subuh untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Hal sama pun terjadi di mal. Konsumen muslim rela berduyun-duyun ke mal hingga tengah malam untuk mendapatkan diskon. Inilah Lailatul Diskon yang ditunggu-tunggu.

Bagi umat muslim, 10 hari menjelang lebaran adalah waktu yang tepat untuk itikaf. Umat Islam disarankan agar melakukan itikaf. Tujuannya mencari waktu Lailatul Qadar. Ini disebut malam yang kualitasnya lebih baik dari 1.000 bulan atau 83 tahun. Oleh karena itu, banyak sejumlah masjid di berbagai kota yang menyediakan fasilitas untuk melakukan itikaf hingga sahur bersama.

Namun, bagi salesman atau marketer, 10 hari menjelang lebaran adalah Lailatul Diskon, yakni mala di mana menyediakan diskon besar-besaran untuk nge-push penjualan. Mereka sering menyebut sebagai midnight sale atau late night sale. Di mana-mana ada Lailatul Diskon. Dengan cara ini, marketer ataupun salesman bisa mendongkrak penjualan di akhir bulan Ramadan dan Lebaran.

Source: https://infobekasi.co.id

Mengapa Lailatul Diskon diselenggarakan dalam waktu sepuluh hari sebelum Lebaran? Karena menjelang Lebaran ini, konsumen muslim sedang getol-getolnya membelanjakan uang gaji atau THR bersama keluarganya. Bagi konsumen muslim, Lebaran adalah momentum untuk menunjukkan pencapaian  “individunya” dalam hal penampilan. Untuk itu, memiliki barang baru menjadi hal penting. Dan, Lailatul Diskon pun jadi ajang berburu produk diskonan yang digemari konsumen muslim. Mal-mal buka hingga tengah malam hari.

Supaya sukses memanfaatkan waktu Lailatul Diskon ini, maka salesman ataupun marketer harus pintar membuat program promosi yang inovatif dan menarik. Bagaimana caranya? Sales Master merangkum empat tips penting yang harus diperhatikan oleh salesman dan marketer.

 

keutamaan lailatul qadar adalah lebih baik dari 1.000 bulan, lalu apa keutamaan lailatul diskon anda?

Yang dicari oleh masyarakat untuk rela melakukan itikaf adalah melimpahnya pahala di malam Lailatul Qadar. Hukum ini berlaku bagi konsumen muslim yang gemar mencari Lailatul Diskon. Apa yang ditawarkan oleh brand dalam mengampanyekan Lailatul Diskon?

Source: http://makassar.tribunnews.com

Umumnya, Lailatul Diskon di bulan Ramadan hanya menawarkan diskon, kuis, poin, ataupun cashback. Produk yang ditawarkan mayoritas adalah sembako, FMCG, elektronik, travel, furnitur, otomotif, dan lainnya. Namun, penawaran apa lagi yang menarik hati pelanggan? Para master harus berpikir keras memberikan penawaran yang useful bagi konsumen, menarik, unik dibandingkan kompetitor, dan terobosan di pasar (inovatif).

Beberapa pemain ecommerce sudah melakukan secara inovatif dengan memberikan diskon atau cashback melalui goyang-goyang aplikasi. Atau, di samping memberikan benefit diskon, mereka juga menginisiasi gerakan berbagi untuk kaum mustahiq (ingat, di bulan puasa, muslim wajib membayar zakat fitrah atau dianjurkan untuk bersedekah), menyelenggarakan event agar lebih meriah, mengundang artis papan atas, co-branding antara outlet retail dengan branded product, dan lainnya. Semua itu dilakukan demi memberikan nilai keutamaan dari Lailatul Diskon bagi konsumen.

 

tidak semua produk harus didiskon. flash sale bisa untuk item tertentu di lailatul diskon

Agar sukses untuk melakukan Lailatul Diskon, tips lain yang bisa dilakukan adalah menyelenggarakan flash sale untuk jenis produk tertentu. Artinya, tidak semua barang didiskon besar-besaran sehingga kita rugi atau brand equity retail dan produknya menjadi terjerembab. Sebagai salesman, para master harus pintar mengelola produk yang akan didiskon. Banyak retail atau ecommerce yang menawarkan produk yang sedang tidak dicari saat menjelang Lebaran. Dengan begitu, Lailatul Diskon yang mereka kampanyekan kurang efektif atau kalah oleh pesaing.

Source: www.desidime.com

Dalam hal ini, tipsnya adalah menentukan produk yang akan menjadi unique value proposition: produk baru, stok lama (cuci gudang), atau barang yang dicari orang (top list). Mayoritas pemilik brand melakukan Lailatul Diskon dengan menawarkan produk yang banyak dicari orang. Sayangnya, ini rentan kompetisi dengan pemain lain. Lalu, stok lama pun dikeluarkan untuk menarik pelanggan dengan diskon besar-besaran. Taktik ini, relatif lumayan berhasil. Tetapi, yang tak kalah penting juga, di Lailatul Diskon, pemilik brand harus berani mengeluarkan produk baru agar konsumen mau membeli.

Lalu, produk mana yang harus dipromosikan? Para master bisa melakukan kombinasi atau justeru memilih salah satu untuk nge-push penjualan.

 

hindari zona perang diskon, para master harus create topik lailatul diskon yang khas

Semua brand dan retail melakukan Lailatul Diskon. Ini bisa mendorong munculnya perang diskon, khususnya di kalangan retail. Dengan perang diskon, semua bermain rendah-rendahan potongan harga sehingga bisa merugikan pemilik outlet. Contoh klasiknya ialah antara Indomaret dan Alfamart untuk kategori retail produk sembako.

Source: http://www.serbapromosi.co

Agar sukses melakukan Lailatul Diskon, para master pun harus menggunakan topik tertentu agar dapat menarik hati pelanggan. Contohnya, Lailatul Diskon tahun ini bisa mengambil topik giving for society. Konsumen didorong untuk bisa berbagi dan mereka bisa mendapatkan diskon. Dengan cara-cara seperti ini, brand kita bisa keluar dari jebakan perang harga/perang diskon.

Atau, brand bisa bekerjasama dengan lembaga amil zakat (LAZ) untuk menyelenggarakan Lailatul Diskon. Setiap pembelian produk tertentu, konsumen akan menyumbangkan senilai uang tertentu bagi mustahiq (penerima zakat).

 

digital adalah saluran media yang paling efektif untuk kampanye program

Mengapa harus digital? Jika target pasarnya adalah anak muda dan keluarga muda, maka digital merupakan saluran media yang tepat. Seperti ditunjukkan oleh beberapa hasil survei bahwa konsumen muslim banyak menghabiskan waktu bulan puasanya untuk berselancar di dunia digital. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial, games, video streaming, ataupun lainnya untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadan. Oleh karena itu, saat menyusun program Lailatul Diskon, maka para master bisa melakukan kampanye dengan digital.

Source: http://www.beritasemarang.net

Pilihan paling strategis untuk memanfaatkan media digital adalah Instagram, Facebook, WA, YouTube, ecommerce, dan lainnya. Jika diperhatikan, banyak pemilik brand yang membuat content marketing ataupun promosi produk. Dengan media digital, mereka bisa lebih efektif dalam membidik target pasar.