3 Cara untuk Pengembangan Produk

0
2943

“Pengembangan produk diperlukan tatkala untuk menyiasati perubahan lingkungan bisnis, memenuhi ekspektasi konsumen atau melakukan ekpansi pasar.”

Pengembangan produk (product development) merupakan sebuah rangkaian tahapan yang dimulai dari konseptualissi, desain, prototyping, pengembangan, uji kelayakan, tes pasar, peluncuran hingga pemasarannya. Tujuan pengembangan produk adalah memperkuat, mengelola dan meningkatkan pangsa pasar perusahaan atau UKM dengan memenuhi aspirasi serta kebutuhan konsumen.

Sebelum masuk dalam tahap pengembangan produk, maka mendefinisikan target pasar yang dibidik merupakan kunci. Artikel segmentasi pasar.

Bagi perusahaan atau UKM, pengembangan produk merupakan faktor penting untuk menjadi sustainable company. Seperti kita ketahui, lingkungan bisnis seringkali berubah sehingga cara untuk mampu beradaptasi dan tetap relavan harus mampu melakukan pengembangan produk. Ada tiga cara untuk pengembangan produk yakni menggali-nemukan (discover), mengembangkan (develop) dan memproduksi serta menyampaikan (deliver) untuk konsumen.

Pengembangan produk
Product development framework

 

Discover

Inti dari menemu-galikan pengembangan produk baru adalah memahami konsumen, pergerakan kompetitor dan visi perusahaan. Pertama, memahami konsumen adalah mengetahui persoalan apa yang menjadi perhatian mereka, kebutuhannya dan aspirasi yang ingin direalisasikan. Tanpa mengetahui persoalan, kebutuhan dan aspirasi konsumen, maka produk yang kita kembangkan belum tentu sesuai dengan keinginan mereka.

Kedua, mengeahui pergerakan kompetitor bisa menjadi titik tolak pengembangan produk. Mengapa competitor menjadi penting? Karena kompetitor adalah pihak pertama yang kemungkinan besar akan meluncurkan produk baru sehingga bisa menggerus pangsa pasar kita. So, waspadai pergerakan kompetitor dan lihat apa yang mereka miliki (capabilities) dan apa yang mereka tawarkan (offerings)

Ketiga, pahami apa yang kita ingin capai (vision), modal yang dimiliki (capabilities) dan apa yang akan ditawarkan (offerings). Semua ini adalah tentang kita. Apa visi kita terhadap produk yang akan dikembangkan? Menjadi penantang kompetitor atau sumber pertumbuhan baru? Lalu, apa yang kita miliki (kapital, teknologi, sumber daya manusia) mampukah menunjang pengembangan produk? Dan terakhir, apa yang ingin kita tawarkan ke konsumen? Mampukah memenuhi aspirasi konsumen?

Pengembangan produk
Ketahui konsumen, kompetitor & visi internal

 

Dalam menemukan pengembangan produk, ada empat tahap yang harus dilakukan oleh Anda:

#1. Idea Generation

Upaya penyelidikan secara sistematik dan berkesinambungan untuk pengembangan produk baru, termasuk memperbarui atau mengubah produk yang ada sekarang (existing product).

#2. Idea Screening

Ini proses seleksi ide produk yang kurang menarik, tidak lolos uji kelayakan (infeasible) dan tidak diinginkan (unwanted) untuk diluncurkan. Ide yang tidak sesuai harus diseleksi berdasarkan pertimbangan tujuan atau visi yang telah ditetapkan.

#3. Identification of Design Criteria

Ini adalah sesi brainstorming produk baru yang akan diluncurkan. Satu ide yang telah diidentifikan sebagai prospective product dikembangkan untuk masuk dalam product development strategy yang akan diaplikasikan.

 

Develop

Dalam tahap mengembangkan produk baru, Anda harus mempertimbangkan dampak atau hasil (impact) dan investasi (investment) yang dikeluarkan. Hasil memiliki tiga elemen revenue, margin dan future product. Artinya, apakah produk baru ini akan meningkatkan pendapatan usaha, menambah margin yang didapat dan turut menjadi portofolio baru yang akan menunjang perusahaan di masa depan.

Sedangkan investasi memiliki tiga variabel yakni waktu, uang dan sumber daya manusia. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan produk itu memerlukan waktu, uang dan sumber daya manusia yang mumpuni. Apabila kita gambarkan, maka akan terlihat pada gambar di bawah ini. Tergantung kuadran mana yang ingin Anda pilih.

Pengembangan produk
Pengembangan produk: antara investasi dan hasil

 

Dalam tahap pengembangan, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan yakni membuat prototipe,uji konsep, eksekusi pengembangan produk, dan lainnya.

#1. Prototyping

Prototyping adalah menciptakan prototipe konsep produk yang telah ditentukan untuk memiliki relevansi bisnis dan nilai. Ini akan menjadi model produk yang akan diuji atau dipasarkan kelak.

#2. Concept Development and Testing is Vital

Konsep produk harus diuji pada target konsumen yang dibidik. Respon dari konsumen dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan dan mengembangkan konsep sesuai dengan umpan balik.

#3. Product Development

Ini adalah pengembangan konsep sehingga memiliki nilai bisnis. Dalam tahap ini, konsep produk yang sudah final direalisasikan menjadi produk yang akan diuji di pasar. Tahapan ini mengubah prototipe atau konsep menjadi workable market offering. Dalam tahap ini, harus melibatkan tim pemasaran, finance, produk dan operasi.

#4. Feasibility Analysis/Study

Melakukan uji atau studi kelayakan merupakan kunci sukses keberhasilan produk. Uji coba ini dapat melalui survei sederhana yang bisa diteskan kepada target pasar. Dengan cara ini, kita dapat feedback dari mereka. Dengan cara ini, produk memiliki potensi untuk pengembangan untuk memberika keunggulan sesuai dengan ekspektasi konsumen. Tujuan tahapan ini adalah memvalidasi keseluruhan konsep, dari perspektif pemasaran, hingga ke packaging, advertising dan distribusi.

 

 

Deliver

Semua tahapan di atas akan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan di tahap akhir yakni komersialisasi atau market entry. Market entry atau masuk pasar merupakan tahapan di mana produk dikenalkan kepada target pasar. Secara sederhana, tahap ini adalah 4P atau proses marketing mix yang terdiri dari product, price, promotion dan placement.

#1. Product

Produk atau jasa yang didesain untuk target konsumen yang dibidik. Dalam tahap ini, produk yang akan dipasarkan sudah benar-benar siap. Dengan begitu, saat permintaan pasar muncul, maka produk pun sudah siap. Bahkan, fitur produk pun sudah lengkap, sehingga produk yang diluncurkan mendekati kesempurnaan.

#2. Price

Menentukan harga adalah pekerjaan paling penting saat melakukan pengembangan produk. Saat akan memutuskan harga untuk produk, Anda harus tahu product positioning berada di kategori super mewah, mewah, medium, dan murah. Hal ini penting karena seringkali harga cukup banyak dipengaruhi aspek psikologis.

#3. Promotion

Tujuan promosi adalah menawarkan value proposition produk pada konsumen sehingga mampu mendorong permintaan dari mereka. Apabila Anda sudah mengetahui customer journey target konsumen yang dibidik, maka kegiatan promosi dan saluran media yang digunakan dapat dipetakan secara efektif.

#4. Place

Place adalah tempat saluran produk yang Anda promosikan dijual. Menentukan channel distribusi produk juga sangat ditentukan oleh karakteristik konsumen Anda, sehingga produk Anda ditempatkan di mana sangat bergantung mereka.

 

Tiga cara pengembangan produk di atas cukup applicable untuk diterapkan dalam bisnis Anda.

” Sometimes the simplest things are the most profound. My job is to bring out in people & what they wouldn’t dare do themselves