Bagi pebisnis, website adalah tempat product display, promosi, berjualan dan saluran untuk customer service.

Begitu strategisnya website di mata pebisnis, maka banyak dari mereka yang membangun website dengan cukup serius. Lalu, bagaimana langkahnya? Kami melihat banyak media informasi yang mengulas bagaimana langkah mengembangkan website. Sebagian besar, mereka mengulas secara taktis dan teknis dalam aspek teknologinya. Namun, kami melihat banyak langkah yang kurang diperhetikan.

Kami memetakan ada tiga strategi utama dalam mengembangkan website. Pertama, research & analysis. Pada tahap ini, Anda harus memetakan kompetitor dan target audiens yang akan dibidik. Kedua, pengembangan strategi yaitu menyusun website positioning dan menjabarkannya dalam site map. Ketiga, menyusun rencana taktis yaitu pemilihan media sosial, pengembangan konten secara regular dan memantau website. Ketiga strategi utama ini kami rinci dalam 6 tahap di bawah ini.

Strategi pengembangan website
Tiga tahap strategi pengembangan website

 

#1 Lakukan Studi Kompetitor

Cara terbaik untuk menyusun strategi adalah mengetahui apa yang dilakukan kompetitor. Dengan cara ini, maka kita akan mengetahui strategi yang sudah dilakukan kompetitor dan mencari perbedaannya. Dalam hal mengembangkan website, Anda pun dituntut untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh kompetitor.

Lalu, bagaimana cara melakukan studi kompetitor? Cara sederhana untuk melakukan studi kompetitor adalah mengetahui tingkat digital reach. Dengan membandingkan capaian jumlah follower dan like di media sosial, maka kita bisa mengetahui tingkat ukuran di mana posisi kita berada.

Strategi pengembangan website
Mengukur digital reach dengan kompetitor

 

Lalu, cara lainnya adalah mengetahui pohon website yang dikembangkan kompetitor. Dalam hal ini, ke mana arah positioning yang ingin diciptakan kompetitor? Persepsi apa yang mereka harapkan dari target audiensnya? Contoh di bawah ini adalah situs perusahaan farmasi asal Inggris GSK. Dengan memetakan pohon website-nya, kita akan mendapatkan gambaran secara umum positioning yang dibentuk oleh mereka.

Strategi pengembangan website
Analisa pohon website

 

#2 Siapa Target Audiens yang Dibidik?

Hal paling sering dilupakan oleh pengembang website juga adalah target audiens. Artinya, siapa yang akan mengunjungi dan melihat website yang kita bangun. Dalam istilah pemasaran, ini adalah target konsumen.

Bagaimana cara mengetahui target audiens yang dibidik? Lakukanlah pemetaan secara sederhana seperti di bawah ini. Taruhlah target pengunjung website Anda ialah anak muda, pelajar, professional muda dan komunitas anak muda. Setiap segmen ini digambarkan secara demografi, psikografi dan perilakunya.

Strategi pengembangan website
Segmentasi & profil target audiens

 

#3 Tetapkan Positioning

Setelah mengetahui target audiens yang dibidik, maka selanjutnya adalah menetapkan positioning dari website. Tujuannya adalah membentuk persepsi di mata konsumen. Untuk menyusun positioning, maka Anda harus tahu target market yang dibidik, nilai yang ditawarkan, poin perbedaannya dan poin persamaan dengan kompetitor. Dengan cara ini, maka Anda bisa mengetahui positioning yang akan dibentuk.

Di bawah ini adalah template untuk menyusun positioning statement. Menyusun target market dapat Anda lakukan sebagaimana cara di atas. Lalu, untuk menyusun value proposition, Anda harus tahu keunggulan ataupun nilai yang ditawarkan kepada target audiens. Anda pun dapat menyusun apa yang menjadi perbedaan dan persamaan website dengan milik kompetitor.

Strategi pengembangan website
Positioning development template

 

#4 Susun Site Map

Apabila di atas Anda telah melakukan analisa pohon website, maka selanjutnya Anda akan memiliki gambaran bagaimana seharusnya Anda menyusun site map. Site map ini dikembangkan dari studi kompetitor dan positioning. Seluruh kanal ataupun rubrik yang dikembangkan harus mencerminkan positioning.

Jika Anda mem-positioning-kan sebagai media informasi kuliner, maka seluruh rubrikasi dan konten yang dikembangkan haruslah mencerminkan positioning. Tidak ada yang boleh melenceng dari koridor positioning.

Berikut ini adalah template sederhana bagaimana Anda bisa menyusun site map untuk website.

Strategi pengembangan website
Pemetaan konten melalui site map

 

#5. Pilih Media Sosial yang Tepat

Pilihlah media sosial yang tepat. Bagaimana cara melakukan pemilihan media sosial. Pertama, berdasarkan studi target audiens, maka Anda harus mengetahui perilaku digital (digital behavior) mereka secara spesifik. Media sosial apa yang mereka gunakan dan jenis konten apa yang mereka cari. Lalu, jenis konten seperti apa yang mereka sukai? Apakah artikel, foto, video? Lalu, content format seperti apa yang mereka sukai? Berita, opini, tips, cerita, dan lainnya?

Strategi pengembangan website
Memetakan customer journey

 

Lalu, berikutnya adalah mengetahui positioning media tersebut. Facebook akan cocok untuk semua konten. Beda halnya Twitter yang lebih cocok dengan foto dan video. YouTube adalah platform untuk konten video. Instagram bersifat foto dan infografis. Lalu, LinkedIn lebih cocok untuk artikel.

Di bawah ini adalah template pemilihan media sosial yang akan digunakan.

Strategi pengembangan website
Pilih media sosial yang tepat

 

#6. Content Management

Content management merupakan teknik merencanakan, mengeksekusi dan mengevalusi konten yang dikembangkan. Saat mengembangkan website, Anda harus mengetahui apa jenis konten yang akan dikembangkan dan bagaimana formatnya.

Strategi pengembangan website
Content management

 

Lalu, Anda pun dapat menyusun jadwal publikasi konten secara sederhana. Anda tentukan jenis konten apa yang akan dimuat, seperti artikel, foto dan video. Setelah itu, kapan Anda akan mempublikasikannya. Dengan cara ini, Anda pun dapat memantau dan mengevaluasi secara berkala.

Strategi pengembangan website
Jadwal publikasi konten