Tujuan penyusunan kaleidoskop brand ini ialah untuk mendapatkan pelajaran berharga bagi brand owner, brand manager atau sales manager dalam hal mengelola mereknya.

Sepanjang tahun 2016, kita menyaksikan timbul-tenggelamnya merek-merek di tanah air. Beberapa merek muncul di sepanjang 2016 seperti Netflix, Spotify, Smule Sing, Nada Kita, Lulu Hypermarket, dan lainnya. Mayoritas merek-merek yang hadir di tanah air sepanjang 2016 adalah aplikasi digital. Kehadiran mereka di tanah air kian menegaskan seksinya pasar digital di tanah air.

Lalu, tahun 2016 juga menyisakan cerita pahit: tenggelam dan hengkangnya sejumlah brand besar di tanah air. Ford, Mazda Motor, Food Panda dan MixRadio adalah contoh hengkangnya merek-merek global di Indonesia. Mengapa mereka hengkang? Tingkat kompetisi yang berdarah-darah menyebabkan mereka untuk tidak lagi menggarap pasar di tanah air.

Di samping global product brand yang hengkang di tanah air, ada sejumlah personal brand yang kian melorot kinerjanya. Mario Teguh dan Basuki Tjahaja Purnama adalah contoh personal brand yang sangat kuat, tiba-tiba melorot popularitasnya akibat integritasnya di mata masyarakat kian melempem.

Untuk memahami bagaimana dinamika sepanjang tahun 2016 ini, maka kami melakukan riset kecil-kecilan dan menganalisanya sebagai bahan pembelajaran bagi para master. Hasilnya, kami rangkum dalam kaleidoskop sepanjang tahun 2016 seperti di bawah ini.

Infographic Kaleidoskop 2016
Infographic Kaleidoskop 2016