Lebaran merupakan momentum jualan. Mengapa? Di hari lebaran, orang-orang punya uang berlebih dan para master dapat berjualan ke mereka. Apa saja jurus jualan saat lebaran?

 

Lebaran adalah momentum penting bagi masyarakat Indonesia. Seluruh masyarakat kena hebohnya lebaran. Heboh menyambut lebaran adalah belanja. Yups, belanja, belanja dan belanja. Mengapa belanja? Mayoritas masyarakat Indonesia berpikir bahwa di saat lebaran semua harus serba baru dan serba ada. Untuk itu, mereka rela memaksakan diri untuk bisa belanja kebutuhan barang yang digunakan saat lebaran: mulai dari pakaian, aksesoris, smartphone, kendaraan, perabot rumah tangga, dan lainnya.

Sebab itu, daya beli masyarakat menjelang lebaran hingga seminggu pascalebaran cukup tinggi. Hampir semua uang THR yang diperoleh dibelanjakan demi merayakan lebaran. Melihat hal ini, sudah seharusnya ini menjadi peluang bagi para master untuk berjualan. Ini ialah target pasar empuk. Agar sukses target pasar ini, saya melihat empat jurus jualan efektif dengan memanfaatkan ajang lebaran.

 

Jurus #1 Lebaran itu Silaturahmi. Silaturahmi itu Sales Prospecting & Closing.

Fitrahnya lebaran adalah semua orang saling mengunjungi, bersalaman dan memaafkan. Mereka bersilaturahmi. Lebaran adalah momen tahunan untuk saling mengunjungi antarkeluarga, antartetangga, dengan saudara jauh ataupun teman yang jarang rutin ketemu. Oleh karena momen langka, tak heran jika banyak orang yang rela pulang kampung untuk silaturahmi. Bagi para master sebagai pelaku bisnis UKM ataupun salesman, maka momen silaturahmi harus bisa dijadikan sebagai ajang sales prospecting dan closing. Ini jurus jualan pertama.

Kok bisa silaturahmi dijadikan sales prospecting dan closing? Ingat-ingat bahwa lebaran adalah momen “distribusi kekayaan” melalui THR atau berbagi antarsesama. Pengangguran sekalipun akan punya uang karena diberi oleh saudaranya yang punya uang berlebih. Otomatis, daya beli masyarakat ketika lebaran pun cukup tinggi. Hampir setiap orang memegang uang dan mereka siap untuk jajan. Di hari ini, para master harus piawai berjualan.

Sementara itu, umumnya, kesulitan yang dihadapi salesman adalah mencari waktu untuk bisa presentasi produk ke konsumen atau menunggu konsumen memiliki uang terlebih dahulu. Nah, di lebaran, konsumen sangat terbuka dikunjungi silaturahmi dan mereka juga tengah memiliki rezeki. So, jangan sia-siakan untuk memprospek mereka hingga closing. Biasanya, ibu-ibu yang berjualan, saat mereka berkunjung ke rumah saudara ataupun tetangga, mereka pun tak sungkan untuk menyodorkan aneka ragam produk yang dipunyai supaya dibeli seperti busana, alat masak, kosmetik, ataupun makanan ringan. Dengan demikian, para master jangan malu untuk memprospek calon pelanggan di saat lebaran dengan modus silaturahmi.

 

Jurus #2 Pamer Pakai Produk Baru, Niscaya Orang Akan Tertarik

Di masyarakat berlaku hukum general seperti ini: lebaran adalah ajang pamer barang yang dimiliki. Akibatnya, banyak masyarakat yang rela memaksakan diri untuk membeli barang baru demi bisa pamer di hadapan kerabat, teman ataupun tetangganya. Melihat perilaku ini, sebagai salesman atau pebisnis, para master juga harus ikut-ikutan pamer barang baru. Tetapi, motivasinya adalah bukan sekadar pamer untuk dapat social privilege, melainkan juga sebagai jurus jualan di saat lebaran. Dan momentum lebaran adalah ajang penting untuk mempromosikan setiap barang yang digunakan.

Furnitur, kendaraan, busana atau gadget adalah contoh produk yang bisa dipakai sekaligus dipamerkan (product display) ketika lebaran sehingga menciptakan atraksi konsumen untuk membeli. Balajarlah dari para ibu-ibu yang suka promosi dengan busana muslimahnya di hadapan ibu-ibu lain. Mereka adalah konsumen sekaligus reseller untuk produk yang digunakannya. Oleh karena itu, mereka sangat piawai untuk berjualan melalui storytelling perihal busana yang dikenakannya: kelebihan dan kelemahannya. Dengan cara itu, mereka bisa menarik hati calon konsumen supaya tertarik membeli.

 

Jurus #3 Saat Lebaran, Rajinlah Berbagi untuk Product Test ke Target Pasar

Dalam teori teknik berjualan, product test merupakan salah satu hook atau alat pancing supaya konsumen tertarik membeli. Di saat lebaran, kita pun dapat menggunakan jurus yang ketiga ini untuk menebar product test sehingga bisa menjadi pintu masuk untuk sales closing. Bagaimana caranya? Sekali lagi, belajarlah dari para ibu-ibu kreatif yang berjualan kue lebaran untuk mengirim sampel kepada tetangga atau saudaranya.

Di saat lebaran, berkunjung ke rumah saudara ataupun tetangga, ibu-ibu umumnya membawa kue sebagai hadiah. Begitupun sebaliknya, saat dikunjungi, kue adalah hadiah yang lumrah disodorkan atau dibagikan saat lebaran. Kita pun tak sungkan untuk menyajikannya untuk dicicipi oleh saudara dan tetangga. Dari kebiasaan itu, sesungguhnya kita bisa belajar bagaimana menawarkan product test kepada target pasar. Bila mereka cocok, maka product test yang disajikan adalah sejenis hook atau pancingan supaya mereka membeli.

Bagaimana dengan produk lain? Ini bisa kita terapkan pada kategori produk lain. Di ajang lebaran, rajin-rajinlah untuk berbagi kepada target pasar.

 

Jurus #4 Jadikan THR Adalah “Gift” untuk Konsumen

Di saat lebaran, anak-anak ataupun orang dewasa, kerap berharap kecipratan “THR” dari sanak famili ataupun tetanggannya. Mereka mengumpulkannya, berhitung dan mengakumulasinya untuk bisa membeli produk yang mereka harapkan. Dari kebiasaan ini, saya melihat para master dapat menciptakan sales promotion. Inilah jurus jualan lebaran yang terakhir.

Ketika lebaran, banyak orang yang plesiran atau jajan di berbagai tempat makan. Misalnya, mereka kerap jajan di tempat makan yang dimiliki tetangganya seperti kedai bakso, mie ayam, sate, sop, dan lainnya. Untuk menciptakan loyalitas pelanggan, para master dapat memberikan potongan harga atau diskon spesial lebaran bagi mereka dengan jumlah persentase tertentu. Dengan cara ini, maka orang-orang akan sangat senang karena mereka juga mendapatkan “THR” dari bisnis para master.