Semua jenis transaksi adalah upaya jual-beli. Penjualan yang menguntungkan tetap menjadi sasaran utama, maka wajib hukumnya sales forecasting dilakukan!

Sales forecasting atau ramalan penjualan merupakan usaha untuk mengestimasikan penjualan di masa depan. Estimasi penjualan tidak hanya sebatas pada prediksi kuantitas produk yang laku. Sales forecasting juga melibatkan bagaimana perusahaan melakukan approach pada konsumen.

Keakuratan ramalan penjualan dapat membuat perusahaan mengambil keputusan bisnis yang tepat. Ingat bahwa apa yang dimaksud forecasting lepas dari nujum! Sales forecasting lebih berlandaskan pada hasil penjualan terdahulu, perbandingan skala industri, daya saing, dan tren ekonomi.

Perusahaan yang melakukan sales forecasting dengan tepat akan berhasil mencapai tujuan jangka pendek dan panjang. Kesulitan akurasi ramalan biasanya dialami oleh perusahaan start-up. Penyebabnya adalah minim data dan pengalaman. Akibatnya mereka kalah telak oleh perusahaan yang lebih berpengalaman.

Apakah tidak ada kesempatan untuk menang? Jawabannya belum tentu! Masih ada faktor-faktor lain seperti riset pasar dan kecerdasan bersaing dalam membaca tren yang akan terjadi.

Bila sales forecast telah dilakukan, akan lebih mudah untuk perusahaan menyusun rencana kerja. Kita bisa menganggap sales forecast menjadi landasan visi dan misi. Sales forecasting berfungsi sebagai alat bantu perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya internal dengan lebih efektif. Hasil sales forecasting akan memberikan gambaran pengelolaan tenaga kerja, arus keuangan, dan sumber daya.

Berikut cara mudah untuk melakukan sales forecasting sederhana.

 #1 Cek dan ricek secara berkala

Penggerak roda bisnis adalah manusia, dan manusia belajar dari pengalaman sebagai guru terbaik. Data penjualan terdahulu selalu dapat digunakan sebagai rujukan. Cek dan ricek secara berkala penjualan dalam tempo yang telah disepakati, semisal sekali dalam sebulan. Cara ini berguna agar keseimbangan anggaran dan keuntungan dapat terjaga.

 

#2 Kuasai tools yang sekiranya dapat dipercaya

Bila perhitungan matematis sulit dilakukan karena jumlah data yang terlalu besar, tak ada salahnya menggunakan alat pendukung. Para pengembang aplikasi yang telah membuat kecerdasan artifisial untuk meramalkan variabel-variabel penjualan. Contohnya Zoho CRM, INTUENDI, SlickPie, SalesLoft, dan masih banyak lainnya.

 

#3 Setiap keputusan akan berpengaruh pada hasil

Sekecil apa pun keputusan dan tindakan yang diambil, akan berpengaruh pada hasil. Atas dasar itulah kenapa sales forecasting seringkali dilakukan diluar waktu yang telah dijadwalkan. Semisal tengah bulan atau setelah ada informasi penting mengenai kondisi internal dan eksternal perusahaan. Lebih baik mengetahui sebelum daripada sesudah kejadian kan?

 

Cermati hal yang pasti

#4 Cermati hal yang pasti

Beberapa orang menjanjikan kontrak pembelian, yang lain berkata akan mencarikan pelanggan. Seberapa besarnya nominal yang mereka katakan, keuntungan perusahaan belum pernah terjadi. Jangan mengharapkan hasil pasti dari hal ini hingga memasukkannya ke sales forecast. I believe what I got!

 

#5 Pengalaman aktual sangatlah berharga!

Informasi memang penting, tapi pengalaman langsung di lapangan bisa berlipat-lipat harganya. Pengalaman aktual memberikan gambaran riil sehingga kita bisa memperkirakan jalur terbaik untuk mencapai tujuan. Semakin banyak pengalaman aktual yang dimiliki, semakin prediksi penjualan menjadi makin pasti.

 

#6 Latih kemampuan sales forecasting-mu!

Biasakan  forecast meskipun hanya untuk diri sendiri. Kebiasaan tersebut akan mengasah intuisimu sehingga dapat melakukan forecasting lebih cepat. Terus ulangi langkah sederhana berikut: kumpulkan informasi, buat asumsi, cek kesesuaian asumsi dengan hasil, lalu bandingkan dengan hasil terdahulu.

Fajar Nurmanto, Contributor